sekolah tidak mengajarkan Anda jadi kaya

SEKOLAH TIDAK MENGAJARKAN UNTUK JADI KAYA

Kemarin saya mendapatkan kesempatan memaparkan GERAKAN SADAR KAYA dan bercerita tentang Disrupsi di depan 800an kepala sekolah negeri di DKI Jakarta. Saya bersyukur karena hal itu sebuah titik lompatan yang penting bagi Gerakan Sadar Kaya serta dukungan besar dari Dinas Pendidikan.

Ada satu moment yang hendak saya share karena saya sendiri tak menyangka bahwa sebuah slide dan pertanyaan sederhana mampu mengguncang banyak orang di aula megah itu.

Saya paparkan slide dibawah ini tentang apa yang tidak diajarkan di sekolah dan betapa kaum millenials ‘mengancam’ membunuh sekolah setelah berhasil membunuh berbagai hal. Hal ini saya kutip dari bukunya mas Yuswo Hady yang teranyar “Millenials Kills Everything”

Facebook anda pernah down? Dan itu juga dialami 2 miliar manusia di planet ini. Apakah faktor error? Tidak. Mark Zuckerberg mau tes ombak saja apa yang terjadi jika Facebook sedikit digoyang. Karena sebentar lagi dia akan merilis mata uang sendiri berbasis cryptocurrency yaitu Libra Coin.

Jika sebuah platform yang isinya 2 miliar manusia mengeluarkan mata uang dengan berbagai fasilitas, kemudahan dan keuntungan dibanding uang kertas atau logam atau uang digital lainnya, maka berapa perusahaan yang bisa tumbang karena Libra Coin?

Saat saya paparkan ini ternyata ada perwakilan Bank yang juga jadi peserta dan kebagian presentasi setelah saya. Pantes agak sewot hahaha.

Beberapa hari lalu pengurus asosiasi travel umroh haji sempat curhat, ribuan travel banyak yang bisa tumbang ketika ujug-ujug Traveloka dan Tokopedia diberikan karpet merah untuk bisa jualan Umroh Dan haji tanpa proses perizinan yang dikeluarkan Kementerian Agama. Ini didorong langsung pihak Kemenkominfo lewat back door.

educational distrubtion

Itulah bentuk disrupsi yang akan mengubah permainan dan wajah muka bumi. Lalu bagaimana dengan dunia pendidikan?

Para kepsek dan praktisi pendidikan yang hadir termanggu ketika saya tampilkan foto Atta Halilintar yang notabene tidak bersekolah (formal) namun sudah menapaki popularitas dan kesuksesan besar di usia muda.

“Apa yang terjadi jika satu statement keluar dari mulutnya bahwa sekolah itu tidak menjamin kesuksesan seseorang?”

Pertanyaaan saya kepada para audiens itu membuat hening beberapa detik.

Apalagi Atta bersebelas bersaudara yang kini menjadi role model. YouTube didominasi mereka yang jika digabungkan total subscribernya sekitar 30 jutaan. Meskipun ada irisan, tapi dampaknya akan mengubah mindset para penggemarnya tentang sekolah dan meraih kekayaan.

Apakah sekolah mengajarkan untuk kaya atau setidaknya menanamkan mindset Sadar Kaya?

Mengapa hoax terbesar di negeri ini tidak diberantas dan ditangkap pelakunya?

Oh iya anda tahu hoax terbesar yang merugikan bangsa kita itu?? Ini hoaxnya!

“Jangan mimpi tinggi-tinggi, nanti jatuhnya sakit!”

Pernah percaya dengan hoax tersebut? Berapa korbannya yang meyakininya? Berapa mimpi yang dibunuh karena kalimat itu?

Itu salah satu mindset yang harus dihapuskan dari benak bangsa ini. Tapi siapa yang mau ambil tanggung jawab itu?

Ada beberapa hoax lain yang saya paparkan tentang kesuksesan yang membuat bangsa ini sulit maju. Dan inilah medan perang yang dimasuki Gersaka dalam mengentaskan kemiskinan.

Saya nggak bisa memutar waktu untuk kembali remaja dan mempelajari hal-hal yang mendukung dan mempercepat kesuksesan. Namun, kita bisa memberi warna pada wajah pendidikan untuk menyebarkan kesadaran kemakmuran sedini mungkin. Dan bisa dimulai dari bangku sekolah.

Mindset yang ditanamkan para game changer bukan lagi Sadar Kaya, bukan lagi bagaimana agar lulus dengan nilai bagus, bukan zamannya lagi berkompetisi, tapi bagaimana mendominasi. Lalu berapa langkah sudah kita tertinggal?

Sementara Arab sedang berlomba-lomba membangun pencakar langit tertinggi, kita masih cakar-cakaran.

Elon Musk sudah mau bikin pemukiman di planet lain, kita ngintip bulan saja masih belum sepakat.

Cina sudah mau rilis 6G, eeeh kita masih 2G alias Gelisah dan Galau.

Hayuuuk….kami siap hadir di sekolah, kampus serta instansi yang siap berkolaborasi. Kita ubah wajah negeri ini dengan riasan yang memajukan dan mengindahkan. Karena ini tak bisa dikerjakan sendirian.

Satu lagi yang saya lupa….ada satu kalimat pembuka yang membuat para pendidik itu mau fokus dengarkan saya.

“Anda tahu, hari ini trending topic di twitter adalah #TolakLegalisasiLGBT”

Salam kemakmuran bangsa!

By Archan (sumber : https://www.facebook.com/rulli.indrawan/posts/864749200548045 )

menurut saya artikel yang ditulis di oleh Archan tersebut menarik, banyak diantara generasi sekarang yang tidak menyadari perubahan ini, kuncinya adalah memang perubahan yang begitu cepat. 

oya, salah satunya dalam hal digital marketing, banyak juga UMKM yang tidakm erespon perubhan ini sehingga banyak tertnggal, oleh karena itu kami fokus juga pada perubahan itu dengan memberikan layanan jasa website semarang, yang mengfokuskan pada jasa optimasi SEO, jika anda ingin belajar lebih jauh tentang SEO, silahkan simak panduan belajar internet marketing terlengkap di web ini.  Salam Digital !


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *